Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 22:31 WIB

Menapak Sejarah Perjalanan Gereja GMIM Sampai Genap 91 Tahun dalam Bersinode

Author

Gereja GMIM Sion "Tua" yang ada di Kota Tomohon (X/ @Riz/Dwik)

Sulawesi Utara – Gereja Masehi Injili Minahasa atau biasa yang disebut dengan singkatan GMIM adalah salah satu gereja sinode terbesar di Indonesia. Perjalanan panjang gereja GMIM ini melekat kuat dari sejarah dan budaya masyarakat Provinsi Sulawesi Utara. Dari masa penjajahan dan kedatangan pengjil dari Eropa, sampai akhirnya berdiri menjadi gereja mandiri tiang kehidupan rohani di Tanah Minahasa, khusus untuk perayaan HUT GMIM yang ke-91 pada tanggal 30 September ini, Indozone akan rangkum sejarahnya untuk kamu!

Dimulai pada abad ke-19, pada saat itu Serikat Misionaris Negeri Belanda sedang dalam misi untuk menyebarkan injil di tanah Minahasa. Mereka mengirimkan sejumlah misionaris untuk menebar injil sumber kehidupan kekristenan. Diantara mereka,  dan dua tokoh pionir dalam hidup kristen di Minahasa yakni Johand Friedrich Riedel dan  Johann Gottlieb Schwarz yang tiba pada tahun 1831. Di bawah pelayanan Riedel dan Schwarz, penginjilan menyebar luas. Dan pembangunan sekolah-sekolah serta pelayanan rohani yang gencar dilakukan oleh Misionaris Negeri Belanda lantas membuat penyebaran agama kristen protestan di Minahasa terjadi dengan cepat.

Memasuki abad yang ke -20. Pelayanan gereja di Minahasa lantas diserahkan kepada Gereja Protsten di Hindia Belanda dengan gereja-gereja protestan yang sudah tumbuh besar di tangan para pendeta asal Belanda. Seiring dengan pertumbuhan ereja ini, timbulah kematangan rohani jemaat lokal yang mendorong untuk pembentukan gereja mandiri yang dipimpin oleh putra-putri daerah Minahasa.

Setelah beberapa tahun melewati berbagai komisi dan konfresi, akhirnya pada 30 September 1934, Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) secara resmi didirikan sebagai gereja bersinode yang mandiri terlepas dari Gereja Protestan di Hindia Belandayang dilaksanakan di Gereja Sion Tomohon, yang sekarang dapat kamu lihat menjadi pusat sinode GMIM.

Pada tahun 2025 ini, sejak berdiri GMIM telah berkembang pesat dengan Presbiterial Sinodal yang dijalankan oleh pelayan khusus seperti pendeta,penatua, diaken dan guru agama. Tidak hanya itu, GMIM bahkan telah melahirkan berbagai institusi pendidikan dan kesehatan, lalu secara resmi menjadi salah satu pilar kehidupan sosial yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, dan tak terpisahkan dari tanah Minahasa sampai hari ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU