Sulawesi Utara - Penyerangan sekaligus perusakan yang terjadi di Desa Watuliney pada awal bulan adven kemarin (30/11) mendapatkan banyak kecaman dari berbagai pihak akibat tindakan anarkisme serta vandalisme yang terjadi dan menyasar sebuah gereja yang berada di dekat titik tawuran terjadi.
Tawuran ini melibatkan sekelompok pemuda Desa Molompar dan Desa Watuliney yang menciptakan keributan. Sempat ada aksi bakuhantam serta lempar petasan yang menciptakan kekacauan, dua orang dari Desa Watuliney dinyatakan luka-luka dalam kejadian usai terkena serangan senjata tajam.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, pihak aparat kepolisian Polres Minahasa Tenggara lantas melakukan pengawasan ketat di sekitar lokasi kejadian, sekaligus melakukan penyelidikan untuk mengethaui pihak yang mendalangi tawuran untuk terjadi. Setelah hampir dua hari, akhirnya pada hari senin (1/12) kemarin, dua pelaku yang melakukan penyerangan sekaligus perusakan terhadap GMIM SILO WATULINEY akhirnya diamankan. Dari dua tersangka yang telah diamankan ini, Polres Minahasa Tenggara berhasil menjaring 4 orang lainnya yang diduga menjadi dalang atau provokator dari tawuran sekaligus terlibat dalam keributan pada hari ini, selasa (2/12)
Jumlah pelaku saat ini dikonfirmasi menjadi 6 orang, dengan 1 diantaranya merupakan seorang wanita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polres Minahasa Tenggara