Sulawesi Utara - Berita penemuan mayat yang baru-baru ini terjadi di Kelurahan Mahakeret Barat, mengegerkan masyarakat Provinsi Sulawesi Utara. Mayat yang dimiliki oleh tubuh seorang remaja itu, teridentifikasi sebagai salah satu pelajar di SMP N 1 Manado beratas namakan Godbless Solang.
Korban, yang biasa disapa dengan nama "Abes" setiap harinya ini, menjadi korban penikaman oleh salah seorang pemuda berinisial VP (18). Sebanyak 18 adegan rekonstruksi dari kematian Abes ini diselenggarakan oleh Polresta Manado, tersangka, beserta tiga saksi dihadirkan di lokasi. Pihak keluarga, hadir dalam rekonstruksi ini, bersama beberapa rekan, mereka tidak memiliki pilihan lain untuk melihat momen-momen terakhir dari sosok yang mereka cintai.
Ibu dari korban sempat menangis pada adegan krusial ketika korban ditikam di adegan yang terakhir. Pelaku, tanpa rasa bersalah, menikam korban dengan sebuah pisau yang memiliki panjang 60 cm dan lebar 3 cm.
Dalam rekonstruksi tersebut, terdapat salah seorang saksi wanita berinisial P, dihadirkan. Sosok P ternyata menjadi orang yang mengajak korban untuk bertemu dengan para saksi lainnya sebelum peristiwa naas tersebut. Korban yang menyanggupi permintaan untuk bertemu dengan P, malah berakhir dengan sebuah kesalahpahaman. Sehingga, pelaku beraksi dengan melakukan penikamam di bagian belakang punggung korban.
Pada adegan yang ke-18 ini, dalam kondisi terluka, korban sempat mencoba untuk melarikan diri. Sayang, tubuhnya ditemukan besok hari oleh salah seorang warga di anak tangga dalam keadaan meninggal dunia.. Sementara pelaku, beserta tiga saksi lainnya di atas motor melarikan diri, tanpa menolong korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polres Manado