Sulawesi Utara - Fenomena cuaca ekstrem berupa curah hujan yang sangat tinggi terpantau mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Utara tanpa henti. Di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, hujan yang terus curah dari Selasa sampai Rabu (22/07) pagi ini memicu ketidakstabilan struktur tanah masif sehingga berujung pada bencana tanah longsor dan banjir bandang di berbagai titik.
Berdasarkan pantauan tim Indozone secara langsung, beberapa kerusakan infrastruktur tampak paling parah berlokasi di wilayah Bukide, Kecamatan Manalu dikarenakan letak geografis desa ini yang berada di lereng.
Banjir bandang tidak hanya sekededar membawa material lumpur biasa, namun juga menyeret bongkahan batu dan sejumlah batang kayu yang membuat masyarakat setempat mengungsi. Tidak hanya di Kecamatan Manalu, situasi serupa turut terjadi beberapa titik lainnya seperti di Kecamatan Tamako.
Genangan air hingga kini terakumulasi telah mencapai pinggang orang dewasa sehingga masyarakat setempat melakukan penggungsian, meninggalkan hanya sedikit orang yang bertahan di tempat tinggal mereka menunggu bala bantuan. Hingga berita terkait bencana alam ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari otoritas pemerintah terkait kerugian, beserta korban jiwa maupun korban yang mengalami luka-luka.
Mengingat cuaca saat ini belum menunjukan tanda-tanda untuk lebih membaik, kami amat sangat menyarankan Indozone agar terus berwaspada dan berhati-hati saat melakukan aktivitas. Tidak lupa, mari kita semua mendoakan saudara-saudara kita yang ada di zona merah Kepulauan Sangihe agar situasi menjadi lebih baik, dan wilayah-wilayah terdampak supaya lekas pulih kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan