Sulawesi Utara - Bagi masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara, terlebih bagi mereka yang berasal dari Minahasa, perayaan natal pasti tidak akan lepas dari tradisi khas yang sejak dahulu ada, yakni pawai Sinterklass.
Menawarkan hadiah bagi kanak-kanak, pawai dari Sinterkelas ini datang berombongan dari rumah ke rumah. Tidak hanya sinterkelas yang ada, para elf, peri serta yang paling mencolok- Zwater Piet bahkan muncul dalam rombongan pawai ini.
Kehadiran Zwater Piet, atau “Piet Hitam” menjadi mencolok karena serba bernuansa hitam, dan memegang karung untuk mengancam anak-anak kecil, agar jangan bertingkah nakal. Zwater Piet biasanya, menjalan tugasnya ini sambil berlari mengejar anak-anak yang ada di sekitarnya. Sosok Zwater Piet ini, sering muncul untuk membantu sinterkelas, dalam tradisi Belanda, Sinterkelas selalu datang dengan Zwater Piet di ssisinya sebagai penegak disipilin. Konon, anak nakal yang memiliki berbagai daftar keusilan akan dimasukan dalam karung Zwater Piet, lalu menghilang.
Di Eropa, banyak kritikus yang berpendapat bahwa penggambaran Zwater Piet ini sebagai konotasi rasisme dan peninggalan era perbudakan di era modern, dimana; kulit hitam, pakaian lusuh, dan rambut kribo yang menjadikan Zwater Piet ini identik dengan streotip negatif pada orang kulit hitam.
Sekarang, keberlanjutan kehadiran Zwater Piet di pawai Sinterkelas yang ada di Sulawesi Utara ini dicerminkan menjadi sosok yang tegas dengan karung di tangan untuk anak-anak nakal. Di Indonesia Zwater Piet tetap muncul sebagai peringatan pada anak-anak kecil, dan mengingatkan mereka untuk tetap berbakti pada orang tua, dan bersikap baik kepada teman-teman.
Sampai saat ini, citra yang “menakutkan” dari Zwater Piet telah menimbulkan efek psikologis yang kuat pada anak-anak Minahasa. Banyak orang Minahasa yang tumbuh menjadi orrang dewasa, dengan menyaksikan pawai Sinterkelas sambil mengenang soosok Zwater Piet dengan rasa takut bercampur nostalgia yang mana, menunjukkan karakter Zwater Piet ini sebagai representasi kegelapan, di antara kehangatan Sinertkelas yang terasa lucu jika menoleh ke belakang.
Sampe Bakudapa Ulang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan