Papan nama RSUD Noongan (Pemprov Sulawesi Utara)
Sulawesi Utara — Rumah sakit merupakan sarana kesehatan yang penting di segala daerah. Baik masyarakat yang tinggal di pedalaman maupun di perkotaan mempunyai sebuah hak yang sama-sama setara untuk memiliki fasilitas kesehatan ini di wilayah mereka.Di Kabupaten Minahasa, tepatnya di Kecamatan Langowan Barat, Desa Noongan 1 terdapat sebuah rumah sakit daerah yang memiliki sejarah yang begitu panjang. Banyak yang tidak tau, RSUD Noongan merupakan peninggalan kolonial Belanda. Rumah sakit yang telah lama berdiri dan masih aktif melayani para pasien ini adalah saksi bisu sebuah sarana kesehatan di tengah-tengah perkembangan wilayah di sekitarnya.Menoleh Sejarah Singkat RSUD Noongan
Tahukah kamu? RSUD Noongan pertama kali dibangun pada tahun 1932 dengan bantuan dari keluarga bangsawan keluarga kerajaan Belanda sebagai donatur pembangunannya. Donatur yang baik itu, bernama: Koningin Emma atau permaisuri Belanda. Sepanjang sejarah, Ratu Emma kurang lebih mendanai beberapa pembangunan rumah sakit di Indonesia yang selanjutnya mengadopsi nama belakangnya sebagai nama rumah sakit, tak terkecuali RSUD Noongan.
Alasan dari pembangunan Rumah sakit ini, dikarenakan penyakit TBC atau tuberkulosis yang menjadi-jadi di wilayah Hindia Belanda dan di Sulawesi Utara. Akhirnya, dengan dana 190.000 gulden, Rumah Sakit bernama “Emma” ini pun lahir. Terletak di tempat yang sejuk, di bawah kaki pegunungan serta memiliki arsitektur berbentuk huruf E yang mewah, rumah sakit Emma ini terkenal dan dikunjungi oleh beberapa orang penting di zaman tersebut.Setelah peperangan meletus antar bangsa Belanda dan masyarakat Indonesia, pada akhirnya Rumah Sakit bernama Emma itu mengganti namanya dengan yang kita kenal sekarang, RSUD Noongan.
Selama beberapa puluh tahun terakhir, Rumah Sakit Umum Daerah Noongan ini telah mengalami perenovasian dan perbaikan.Meski telah mendapatkan modifikasi sedemikian rupa, arsitektur berbentuk huruf E ini masih dipertahankan. Gedung-gedung yang memiliki arsitektur dari zaman penjajahan Belanda ini, mendapatkan perbaikan untuk digunakan di masa yang mendatang. Hingga saat ini, beberapa gedung masih beroperasi aktif dan digunakan sebagai lokasi perawatan pasien, pemeriksaan dan pendataan.
Saat ini, RSUD Noongan ditangani oleh pemerintahan daerah kabupaten, dan menjadikan RSUD Noongan sebagai Rumah Sakit tipe C. Berkat lokasinya yang strategis serta memiliki hutan pohon mahoni dan pinus, yang begitu pekat, Rumah Sakit ini menjadi salah satu lokasi foto prewedding favorit pengantin-pengantin baru. Tidak hanya itu, tak jarang hutan mahoni dan pinus ini mendapatkan kunjungan dari wisatawan-wisatawan domestik serta dari manca negara. Mereka rela datang jauh-jauh mengunjungi RSUD Noongan bukan karena penyakit, namun karena ingin menikmati kesejukan serta keindahan hutan mahoni dan pinus yang dimiliki RSUD Noongan, menjadikan rumah sakit ini, mendedikasikan sejumlah spot yang instagrambale untuk para wisatawan di area hutan mahoni dan pinus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan