Ilustrasi dari potret komuni kudus (Freepik)
Sulawesi Utara - Di bulan Ramadhan tahun 2026 ini, ada sesuatu yang unik. Usai penetapannya tanggal 18 Februari sebagai awal puasa bagi masyarakat muslim Muhammadiyah, secara resmi masa prapaskah dimulai bagi seluruh umat nasrani di dunia. Untuk Umat Katolik, prapaskah dimulai dengan Rabu Abu yang menandakan masa puasa dan berpantang akhirnya datang. Untuk kamu yang belum familiar dengan puasa dan pantang ala Umat Katolik ini, simak berikut rangkumannya!
Pada Kitab Perjanjian baru di Alkitab, Yesus diceritakan berpuasa selama 40 hari dan 40 malam sebagai bentuk pencobaan iblis atas identitas-Nya sebagai Putra Alla Bapa. Peristiwa ini, lantas menjadi tradisi pada masa prapaskah yang dilakukan oleh umat Katolik dengan arti sebagai bentuk pengendalian diri dan persiapan dalam menyambut kebangkitan Yesus nanti.
Bagi Umat Katolik, puasa berati makan kenyang hanya satu kali dalam sehari. Sementara, untuk pantang berati menolak daging, gula, garam, hiburan dan rokok, atau hal-hal yang manusiawi. Berpuasa dan pantang ini merupakan kewajiban bagi Umat Katolik yang harus dilakukan pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat hingga pada Jumat Suci.
Pantang dan puasa ini, diwajibkan bagi seluruh umat Katolik yang telah berumur di atas usia 14 tahun ke atas sampai usia 59 tahun, terkecuali bagi orang sakit secara fisik dan mental, lanjut usia atau ibu hamil. Selain hanya boleh satu kali makan hingga kenyang, Umat Katolik dapat memakan makanan ringan sebanyak dua kali, namun dengan catatan tidak boleh sampai kenyang dan benar-benar sedikit seperti biskuit.
Dibalik kewajiban untuk berpuasa dan berpantang Umat Katolik ini, tersimpan makna yang mendalam bagi setiap umat untuk menyiapkan hati dan pemikiran dalam kelak menyambut kebangkitan Tuhan di 40 hari yang akan mendatang.
Dalam Kitab Perjanjian Baru, Lukas 4 ayat ke-14, diceritakan usai berhasil melewati cobaan iblis di padang gurun dan berpuasa selama 40 harinya, Yesus kembali ke Galilea dengan Roh Kudus yang bersinar di dalam hati-Nya. Dengan berpuasa dan berpantang, Umat Katolik diharapkan mendapatkan kedamaian di dalam hati mereka, sehingga mereka semakin mendekatkan diri kepada Allah dan mengakui segala dosa dan perbuatan mereka.
Puasa dan pantang ini, dilakukan pada masa prapaskah sebagai bentuk penyesalan serta pengakuan dosa serta kesalahan yang dilakukan oleh umat manusia setiap harinya. Dengan melakukan puasa dan pantang, umat pun melakukan pengorbanan serta pengendalian diri yang menjadi pintah Yesus untuk tetap saleh sebelum terangkat menuju surga.
Jadi, itu dia Indozone paduan lengkap dari arti, maksud dan ketentuan dari puasa dan pantang dari Umat Katolik di seluruh dunia semoga bermanfaat, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan, Liputan