Potret dari bunga (rafael-garcin (Unsplash))
Sulawesi Utara - Di Tomohon, bunga bukan sekadar tanaman hias yang tumbuh di halaman rumah atau dijual di pasar. Bunga telah lama menjadi bagian dari keseharian warga, mewarnai sudut-sudut kota, tumbuh di pekarangan rumah, memenuhi kebun keluarga, hingga menjadi identitas yang begitu melekat dengan daerah ini. Tidak heran jika Tomohon di Sulawesi Utara dikenal luas dengan julukan Kota Bunga, yang kini begitu akrab di telinga masyarakat domestik, dan luar wilayah.
Julukan itu bukan muncul begitu saja. Ada sejarah panjang, kondisi alam yang mendukung, kebiasaan masyarakat yang tumbuh dari generasi ke generasi, hingga perkembangan kota yang akhirnya menjadikan bunga sebagai identitas yang dikenal sampai tingkat nasional bahkan internasional.
Penasaran gimana Tomohon dapat julukan cantiknya? Ikuti perjalanan Indozone menggeluti identitas dari salah satu kota di Provinsi Sulawesi Utara ini.
Untuk memahami mengapa bunga bisa tumbuh begitu subur dan menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap Kota Tomohon, kita harus melihatnya dari kacamata geografi dan vulkanologi. Tomohon dianugerahi iklim udara yang sangat sejuk, di mana suhu hariannya sering kali berkisar antara 18 hingga 22 derajat Celsius.
Gunung Mahawu memberikan berkah berupa tanah vulkanik berjenis andosol. Tanah ini terbentuk dari abu vulkanik kaya mineral murni yang dimuntahkan oleh kedua gunung api tersebut selama ribuan tahun. Karakter tanah andosol yang sangat gembur, memiliki daya serap air yang tinggi, dan kaya akan unsur hara mikro menjadikannya sebagai media tanam yang sempurna bagi berbagai jenis tanaman hortikultura, khususnya tanaman hias dan bunga-bungaan yang menuntut perawatan sensitif.
Faktor alami inilah yang membuat bunga-bunga eksotis seperti krisan , aster, dahlia, gladiol, hingga rupa-rupa jenis anggrek dapat tumbuh dengan kelopak yang jauh lebih besar, warna yang lebih pekat, dan masa mekar yang lebih tahan lama dibandingkan jika ditanam di daerah lain di Nusantara.
Pemerintah Kota Tomohon sendiri dalam dokumen pembangunan daerah juga mencatat bahwa sejak lama Tomohon telah dikenal sebagai “Kota Bunga” karena wilayahnya cocok untuk budidaya berbagai jenis tanaman bunga. Artinya, julukan tersebut lahir bukan dari slogan wisata semata, melainkan dari karakter alam yang memang mendukung sejak dulu.
Meskipun berkah alam menyediakan tanah yang subur, sebuah kota tidak akan mendapat julukan "Kota Bunga" jika manusianya tidak memiliki kecintaan pada tanaman tersebut.
Menariknya, identitas Tomohon sebagai Kota Bunga juga tumbuh dari kebiasaan masyarakatnya sendiri. Di banyak wilayah Tomohon, bunga sudah lama ditanam di halaman rumah. Bukan hanya untuk mempercantik pekarangan. Tetapi juga sebagai bagian dari kebiasaan hidup masyarakat.
Rumah-rumah warga sering terlihat dipenuhi tanaman bunga. Pot bunga berjajar rapi di depan rumah. Kebun kecil di samping halaman dipenuhi warna-warni tanaman hias. Di beberapa kawasan, bunga bahkan tumbuh berdampingan dengan sayuran dan tanaman pangan lain.
Budaya menanam bunga kemudian berkembang menjadi kegiatan ekonomi keluarga.Banyak warga mulai membudidayakan tanaman hias secara lebih serius. Dari skala kecil di pekarangan rumah, berkembang menjadi kebun bunga yang memasok pasar lokal maupun luar daerah.
Dari kebiasaan sederhana menanam di rumah, lahirlah identitas kota yang begitu kuat.
Di Tomohon, bunga bukan hanya tumbuh di kebun. Bunga hadir sebagai bagian dari wajah kota. Saat memasuki kawasan Tomohon, suasana berbeda langsung terasa. Udara menjadi lebih sejuk. Jalanan kota terasa lebih hijau. Banyak sudut dipenuhi tanaman hias dan bunga yang tertata rapi.
Seiring berjalannya waktu menuju pertengahan abad ke-20, hobi merawat bunga di pekarangan rumah mulai berkembang menjadi sebuah sektor ekonomi kreatif yang menjanjikan. Gaya hidup masyarakat setempat berubah menjadi sangat hijau dan estetis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan