Sulawesi Utara - Kuliner dan masakan, Sulawesi Utara tidak pernah kekurangan. Tidak akan lupa, tentu saja budaya mereka. Tari Kabela, tarian tradisional dari Bolaang Mongodow atau yang sering dikenal dengan nama boyo-boyo.
Tarian ini dikenal sebagai “tempat sirih pinang” dengan maksud dan tujuan adalah menyambut tamu dari pelosok jauh maupun dekat, dan sebagai tanda penerimaan. Tari Kabela biasanya dapat ditemukan di acara-acara. Acara pernikahan dan pertunangan contohnya.
Para penari Kabela, umumnya membawa wadah sirih pinang yang mana berdasarkan adab yang telah ada sejak lama, ditawarkan peda para tamu setelah mereka menyampaikan tujuan kedatangan mereka. Sama seperti namanya, tari Kabela melambangkan keramahan serta penghormatan kepada tamu yang berkunjung.
Tarian ini dapat dibilang memiliki gerakan yang dinamis dan energik, para penari membawa wadah sirih pinang di atas kepala mereka diiringi oleh gendang dan suling yang meriah. Biasanya, penampilan dari tari Kabela ini menggunakan pakaian adat Bolaang Mongondoe dengan warnah yang cerah seperti merah dan kuning emas. Tarian ini biasanya beranggotakan lima sampai sembilan orang penari, dengan masing-masing penampilan berlangsung kurang lebih selama sepuluh atau tiga belas menit.
Selain sirih pinang, wadah dari Kabela ini bisa diisi dengan kelopak bunga yang akan ditaburkan kepada tamu, yang menjadikan tarian ini tidak hanya menarik, namun sekaligus berkesan bagi mereka yang disambut dengan tarian manis seperti ini.
Sampe Bakudapa Ulang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan