Sulawesi Utara – Berkat penelitian-penelitian yang didasarkan dengan jenis geologi serta fosil dari masa lampau, satu persatu misteri peradaban umat manusia terpecahkan. Di Sulawesi Utara, salah satu peninggalan dari masa lampau yang menjadi saksi peradaban suku Minahasa, terletak di Kecamatan Tompaso, dan disebut sebagai Watu Pinawetengan.
Watu Pinawetengan, sama seperti namanya adalah sebuah batu yang menjadi lokasi perundingan para tonaas-tonaas atau pemimpin suku yang dahulu membangun Minahasa bersama-sama. Menjadi lokasi yang penting, batu ini menjadi saksi bisu dari pembagian demi pembagian tugas serta kepemimpinan tonaas.
Sehingga, sama seperti namanya watu pinawetengan memiliki arti Batu tempat pembagian (Meweteng) yang berati pula dalam bahasa tua minahasa Sumpah disepakati bersama. Pinawetengan, saat ini merupakan lokasi wisata budaya yang dikelolah oleh pihak pemerintah Minahasa dan dapat dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar yang penasaran dengan saksi bisu sejarah Minahasa ini. Setiap tahunyya, ada ritual khusus yang diadakan tiap tanggal 3 Januari oleh para tonaas-tonaas di batu pinawetengan yang dilengkapi dengan tarian adat kabasaran.
Tahukah kamu? Motif dari batik tradisional merupakan motif yang diambil dari gores-goresan yang ada di pinawetengan. Goresan ini memiliki bentuk seperti gambar manusia dan disebut Aksara Malesung. Aksara malesung ini disebut-sebut masih serumpun dengan aksara yang ada di Filipina, malesung ini dahulu digunakan sebagai bentuk pengambilan keputusan pemimpin, baik itu dalam bidang pemerintahan, keagamaan serta kemasyarakatan.
Jadi situs yang penting dan besejarah, ketika ada di Sulawesi Utara, indozone cobalah mampir ke watu pinawetengan.
Sampe Bakudapa Ulang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan