Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 22 AGUSTUS 2025 • 23:15 WIB

Pemuda umur 20 tahun tewas diduga akibat penganiayaan polisi di Bolsel

Pemuda umur 20 tahun tewas diduga akibat penganiayaan polisi di BolselPengakuan aan dan catatan terakhirnya sebelum meninggal dunia (Oma Opa Minivlog & sulutviral)

Sulawesi Utara – Revan Kurniawan Santoso yang biasa dipanggil dengan nama Aan menjadi perbincangan publik di berbagai media sosial dengan kematiannya yang diduga akibat penyiksaan di Polres Bolaang Mongondow Selatan.

Pemuda berumur 20 tahun yang berasal dari Desa Sondana, Kecamataan Bolaang Uki itu meninggal setelah mengeluh rasa nyeri di dada dan merasa sesak napas di rawat di IGD RSUD Bolsel hari rabu, (20/08). Aan ditangkap, terkait dugaan keterlibatannya dengan kasus penikaman seorang pria pada Mei, (18/08) kemarin, desa Sondana.

Selama penahanannya, Aan beberapa kali dirujuk dan dirawat di rumah sakit akibat masalah kesehatan dengan status sebagai tahanan kejaksaan. Kurang lebih, ada 63 hari dimana Aan menjadi tahanan di Polres Bolaang Mongondow. Dan dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Aan yang dalam penangannan medis mengaku menerima perbuatan kekesaran oleh oknum Kasat Reskrim Polres serta angotanya sambil menunjukkan bagian tubuh yang ia sebut menerima pukulan.

Dalam hasil rontgen yang diambil, tubuh Aan memiliki dua tulang rusuk yang retak. Tidak hanya video pengakuannya, Aan meninggalkan selembar kertas catatan berisi pengakuan tindakan kekerasan polisi yang diterimanya dalam sel. Dia mengaku menerima pukulan di perut, dan di bagian kiri dengan ledeng, catatan itu ditulis pada tanggal (23/07).

Pemuda umur 20 tahun tewas diduga akibat penganiayaan polisi di BolselCatatan peninggalan Aan yang diduga menjadi bukti penganiyaan di Polres

Usai menjadi topik yang panas ini, dipimpin oleh Kasat Reskrim, Dedy Matahari didampinggi oleh Kasi Intel Kejari Kotamobagu, Kasi Humas Polres dan direktur RSUD Bolsel menggelar konfersi pers di Mapolres Bolsel pada kamis (21/08) menanggapi dugaan penganiyaan ini. Iptu Dedi membenarkan status dari korban, dan membantah dengan tegas isu penganiayaan kekerasan fisik yang ia maupun anggotanya lakukan kepada Aan.

Menanggapi pernyataan dan sikap Mapolres Bolsel, pihak keluarga korban sendiri  memutuskan untuk mengambil langkah hukum dan menyetujui otopsi di RSUP Kandow Manado dengan harapan dapat mengungkap kebenaran terkait penyebab kematian anak mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sulut Viral

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemuda umur 20 tahun tewas diduga akibat penganiayaan polisi di Bolsel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!