Ilustrasi sebuah kapal yang sedang mengapung di atas laut (Freepik)
Sulawesi Utara – Mencari uang di tengah hamparan warna biru, nelayan merupakan sebuah pekerjaan yang membutuhkan keterampilan serta keberanian. Memerlukan ketenunan yang begitu luar biasa hebat agar seseorang bisa mencintai profesi ini. Bicara soal keterampilan, pastinya membawa kapal ke tengah laut untuk mendapatkan nafkah adalah keahlian yang tidak dimiliki oleh semua orang.
Pada hari Selasa (09/09) sore tadi, sebuah video viral muncul menjadi perbincangan hangat antar masyarakat di jagat media sosial. Mereka sama-sama mengomentari serta memberikan respon terhadap peristiwa yang terekam terjadi di kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, dimana di video itu, seorang Nelayan yang diduga keras dalam keadaan mabuk menaiki kapalnya dan membawa kapal itu menuju ke lautan bebas seorang diri sambil terkelungkup dan duduk tanpa menyadari situasinya.
Beruntung, kondisi cuaca pada sore hari itu sedang dalam keadaan baik. Keadaan sang nelayan yang tampak janggal itu lalu disadari oleh sesama rekannya, dengan sigap mereka mengendari kapal mereka sendiri lalu berteriak sambil berteriak, mereka mencoba mengejar kapal yang dikendari rekan mereka yang dalam keadaan mabuk itu dan mencoba untuk menghubungi kolega dan keluarga dari rekan mereka yang mabuk. Pada akhir video yang beredar itu, untungnya sang nelayan yang menyadari teriakan-teriakan tersebut akhirnya menyadarkan diri dan akhirnya bangun terlepas dari kondisinya di bawah pengaruh alkohol.
Beragam komentar serta tanggapan diberikan masyarakat setelah melihat video ini, sambil melihat video mereka merasa terhibur dan mengeleng-gelengkan kepala mereka ; “Mungkin beliau berpikir menjadi avatar, bisa kuasai air.” Ketik Marshanda mengomentari video tersebut dalam platform media sosial facebook. Video yang diupload lewat media sosial Facebook Bang Djunz Ridjibu itu kini telah mendapatkan 558 ribu viewers, dan 535 komentar dan telah dibagikan sebanyak 1,2 ribu kali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook/Bang Djunz Ridjibu