Sulawesi Utara - Bulan desember akan dimulai dalam hitungan mundur jam. Di bulan suci yang harusnya dipenuhi rasa syukur setelah berhasil melewati hampir satu tahun, kejadian buruk terjadi di Desa Watuliney, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara pada hari ini, minggu (30/11).
Di kala masyarakat tengah beristirahat, di pukul 01.15 WITA keributan terjadi antar sekelompok pemuda dari Desa Molompar dan Desa Watuliney. Peristiwa tawuran ini membawa teror di hari minggu, ketika dua orang dinyatakan sebagai korban dari aksi senjata tajam wayer dan cakram.
Koban adalah FT (20) warga Ratahan, dan AB (21) warga Watuliney. Kedua korban dilarikan menuju rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan dan pertolongan medi usai dilukai di bagian kaki dan paha dengan senjata tajam.
Seusai tidak cukup menganggu kedamaian, sekelompok pemuda melakukan pengrusakan dengan melempar batu pada kaca Gereja Masehi Injil Minahasa (GMIM) Silo, Watuliney. Menjadi rumah Tuhan di tengah-tengah masyarakat, tagar #PrayForGmimSilo bertebaran di media sosial yang mengecam sekaligus mengajak seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Utara untuk menjaga perdamaian dari kebersamaan tiap umat beragama, dan jangan termakan provokasi.
Diduga, pengrusakan GMIM Silo Watuliney ini sudah mendapatkan tindakan apresif pengerusakan sebanyak dua kali, sehingga masyarakat menunjukkan kemarahannya.
Menanggapi kasus ini, Polres Minahasa Tenggara turun untuk melakukan penyelidikan terkait oknum-onum yang terlibat dalam tindakan tidak bermoral ini, sekaligus menjaga keamanan masyarakat sebagai tanggapan terhadap ketakutan masyarakat akan adanya tawuran lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan