Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 22:59 WIB

Marak Potas/Doger, Masyarakat Sulut Ramai Tolak Rayakan Nataru Dengan Daging Anjing

Marak Potas Doger, Masyarakat Sulut Ramai Tolak Rayakan Nataru Dengan Daging AnjingIlustrasi dari seekor anjing yang tengah berlari (Freepik)

Sulawesi Utara - Sulawesi Utara, khususnya wilayah Minahasa, dikenal memiliki kekayaan kuliner yang ekstrem dan unik. Selama puluhan tahun, hidangan daging anjing yang kali menjadi hidangan pelengkap di meja makan saat perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru. 

Namun, pada perayaan Natal 2025 ini, terlihat sebuah fenomena menarik: gelombang penolakan dan penurunan konsumsi daging anjing yang signifikan di tengah masyarakat. Pergeseran ini tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari akumulasi beberapa faktor kunci dimana masyarakat secara perlahan, semakin memandang anjing bukan lagi sebagai ternak atau sumber pangan, melainkan sebagai hewan peliharaan yang jadi sahabat manusia.

Selain itu, kekhawatiran mengenai proses pengadaan daging anjing yang sering kali berasal dari hasil pencurian membuat masyarakat ragu akan kebersihan dan keamanan daging tersebut. Mengonsumsi daging dari hewan yang stres atau dibunuh dengan cara yang kasar dipercaya memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Meskipun tradisi kuliner ekstrem tidak akan hilang sepenuhnya dalam semalam, penolakan yang mulai ramai ini menunjukkan bahwa masyarakat Sulawesi Utara sangat adaptif. Natal di Sulut kini tetap meriah dengan bumbu-bumbu rempah yang tajam dan kehangatan persaudaraan, namun dengan meja makan yang semakin ramah bagi semua makhluk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Marak Potas/Doger, Masyarakat Sulut Ramai Tolak Rayakan Nataru Dengan Daging Anjing

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!