Sulawesi Utara - Tempo, sebuah departemen media yang telah berdiri sejak tahun 1971 mendapatkan sorotan belum lama ini usai diperbicangkan "memicu" sebuah polemik di tengah-tengah masyarakat, terutama di dunia politik.
Pada majalah mereka untuk edisi 12 April 2026 yang memuat tajuk “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk”, Tempo mendapakan ratusan, bahkan mungkin kecaman serta kritik pedas atas gambar sampul, serta pemilihan judul yang dinilai tidak benar oleh sebuah partai nasional.
Beragam aksi damai untuk menuntut klarifikasi Tempo lantas mulai bermunculan di berbagai tempat. Tidak terkecuali di Provinsi Sulawesi Utara.
Pada hari Rabu (15/04) kemarin, ratusan rimpatisan serta kader Partai NasDem sulut berkumpul dan menggelar aksi damai yang berlangsung di lantai 5 gedung, dan diisi oleh massa dengan berbagai properti berisikan tuntutan-tuntutan mereka terhadap Majalah Tempo yang mana dinilai kurang tepat, serta menyinggung Ketua Umum NasDem, yakni Surya Paloh.
Dipimpin langsgung oleh Ketua DPW NasDem Sulut, sekaligus Wakil Gubernur Sulawesi Utara yakni: Victor Mailangkay, aksi damai ini menuntut tujuh poin yang jadi pernyataan sikap sekaligus tuntutan terhadap majalah Tempo yang terdiri atas:
Dalam kesempatan itu, Victor menjelaskan: " Kritik adalah bagian dari demokrasi. Oleh karena itu, kami menghormati PERS sebagai pilar kehidupan berbangsa. Meski demikian, kebebasan berpendapat itu harus berjalan bersama dengan tanggung jawab yang besar, tidak lupa dengan beretika."
Menaggapi aksi damai yang dilakukan oleh sejumlah kader Partai NasDem di kantor Tempo serta di berbagai wilayah Indonesia, lewat artikel resmi yang dirilis oleh Tempo pada Selasa, (14/04) kemarin, Setri Yasra yang jadi Pemimpin Redaksi Tempo menyatakan bahwa pemberitaan yang dipublikasi oleh Tempo telah melalui berbagai proses meliputi verifikasi, akuntabel, serta sesuai dengan kode etik jurnalistik.
Adapun, mengutip dari artikel terkait yang diterbitkan oleh Tempo secara langsung, dalam keterangan yang diberikannya, Setri menyampaikan permohonan maaf mereka terhadap polemik yang dimunculkan.
“Terkait dengan dampak dari sampul majalah terkait yang telah menyinggung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh beserta kader dari Partai NasDem, kami meminta maaf,” (dikutip dari Tempo.com) ujar Setri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan