Sulawesi Utara - Suasana meriah dan peuh tawa yang ada di Pantai Kabasaran berubah menjadi tragedi yang pahit dan duka. Seorang pemuda yang jadi pengunjung degan nama Richo (21), dilaporkan hilang pada hari Selasa, (30/09) pukul 09.00 WITA atau waktu warga lokal setempat, usai bersenang-senang dengan kawannya.
Berdesarkan keterangan yang diberikan oleh Kapolsek Lembean Timur, Richo yang jadi mahasiswa asal Kota Bitung itu awalnya menyewa dua perahu kayak bersama lima orang rekannya ke pihak pengelolah pantai. Bersama-sama, mereka melakukan pelayaran menuju perairan pantai Kabasaran sampai melewati batas aman yang telah dibuat oleh pihak pengelolah pantai.
Pada saat itulah tragedi terjadi, saat kayak yang ditumpangi oleh Richo bersama kedua temannya dihantam oleh ombak besar dan ketiga pengunjung termasuk Richo terjatuh dari kayak, usai terbalik di atas perairan. Melihat hal tersebut, pihak pengelolah pantai langsung turun untuk menyelamatkan Richo dan kedua rekannya. Sayangnya, ombak arus yang kuat di Pantai Kabasaran menyeret Richo sebelum akhirnya menghilang di arus sebelum dapat diselamatkan. Kejadian ini lantas dilaporkan kepada pihak aparat berwajib.
Pencarian korban masih dalam proses oleh tim gabungan Tim Sar, Aparat Kepolisian, BPBD serta pihak TNI dan akan dilanjutkan kembali pada esok hari. Diduga, kejadian ini terjadi akibat SOP Keselamatan yang masih minim dari pihak pengelolah pantai. Pasalnya, jumlah pelampung yang disediakan oleh pihak pengelolah, hanya ada dua pelampung, padahal jumlah penyewa kayak ada lima orang. Permasalahan ini lantas disorot, dengan usulan untuk evaluasi ketersediaan dan pengelolaan keamanan lokasi wisata Pantai Kabasaran Lebih
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polres Minahasa