Sulawesi Utara – Anjing merupakan hewan dengan tingkat loyalitas paling tinggi dari antara hewan lainnya untuk manusia. Oleh sebab itu, menyimpan anjing sebagai peliharaan sekaligus penjaga merupakan yang lumrah di kalangan masyarakat. Di Sulawesi Utara, daging anjing untuk olahan makanan memang rumlah untuk ditemukan, akan tetapi, aksi penjagalan lewat potas dan doger merupakan hal yang keji dan dikecam.
Baru-baru ini, pada pukul 03.00 WITA dini hari, masyrakat Kelurahan Kasawari, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung dikejutkan dengan teriakan seekor anjing yang memiluhkan. Setelah ditelesuri, mereka menemukan sebuah mobil beserta para penumpangnya yang tengah melancarkan aksinya.
Sontak saja, tindakan kriminal yang diketahui itu oleh para warga itu segera dikejar. Masyarakat bahkan berupaya menghalangi kendaraan dengan memblokade jalan menggunakan bebatuan. Untuk dapat berhasil kabur, para komplotan lantas meninggalkan kendaraan mereka dan kabur dari lokasi kejadian.
Para pelaku meninggalkan satu unit mobil dengan nomor plat palsu yang setelah diperiksa, menyimpan tiga ekor anjing hasil tindakan keji mereka di dalamnya. Tidak hanya itu, dari dalam mobil, ditemukan racun yang dibungkus dalam kertas untuk aksi mereka, yang sama persis dengan umpan potas yang dipakai kepada anjing masyarakat.
Atas kejadian ini masyarakat melakukan pelaporan kepada pihak aparat yang berwenang, dengan harapan agar kasus ini diusut tutnas, dan para pelaku dapat ditemukan untuk mempertanggung jawabkan tindakan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook/Okthavia Tudus Okta