Ikan nike sebelum dikelolah (Pinterest)
Sulawesi Utara – Berasal dari kekayaan alam serta perairan di Sulawesi Utara, sebuah biota tawar dengan ukuran munggil bernama : Ikan Nike menjadi legenda ikan bagi lidah seluruh rakyat Provinsi Sulawesi Utara.
Ikan ini hanya berukuran 2 sampai 5 cm dan hidup di air tawar. Ukurannya yang munggil memungkinkan orang-orang mengonsumsi ikan ini dalam porsi yang besar. Nike, nama latinnya adalah Awaous melanocephalus dan memiliki sikluas hodup uang unik. Ikan kecil dan munggil ini merupakan ikan migran yang bermuara menuju perairan air tawar untuk berkembang biak. Biasanya, kehadiran ikan nike ini beragam dan musiman. Saat musim panen tiba, kehadiran nike di pasaran membuat para ibu-ibu antusias.
Memiliki tekstur yang gurih dan lembut, ikan nike sangat mudah atau fleksibel untuk diolah. Ukurannya yang kecil membuat banyak orang menyukai gorengan dari nike secara utuh karena memiliki sensasi renyah saat dimakan. Hidangan inilah yang disebut sebagai “perkedel nike”, hidangan populer dan favorit ribuan orang Sulawesi Utara. Bahan-bahan serta cara pengolahannya simpel, ikan nike dibersihkan dari beberapa material laut yang ikut terperangkap oleh nelayan, lalu ikan nike dicampur dengan adonan tepung, telur, daun bawang, cabai dan bawang merah dan putih yang telah dihaluskan lalu diaduk.
Adonan lantas digoreng dengan minyak panas hingga garing keemasan sehingga rasanya gurih dan lembut namun tetap renyah di luar. Santapan ini biasanya jadi lauk nasi, dan tinutuan, menjadikan nike sebuah lauk pauk yang mewakili kearifan lokal dan kenikmatan otentik yang sederhana dan alami khas Sulawesi Utara. Saat mampir ke tempat ini, indozone jangan lupakan untuk sempatkan waktu dan nikmati sepiring perkedel nike untuk pengalaman wisata kuliner di lidah.
Sampe Bakudapa Ulang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan