Sulawesi Utara - Untuk sebagian besar orang, pelarian dari hiruk-pikuk perkotaan sering kali berakhir di pusat perbelanjaan atau hotel berbintang. Tapi, mengetahui betapa luasnya Provinsi Sulawesi Utara, bagaimana kalau Indozone ajak kamu kali ini ke sebuah destinasi wisata dengan kecantikan alam dan kearifan lokal? Indozone, ada loh, sebuah titik di peta Sulawesi Utara yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan. Terletak di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Desa Bahoi telah menjelma menjadi primadona baru bagi pecinta ekowisata.
Desa Bahoi bukan sekadar destinasi. Desa ini adalah dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Bahoi menawarkan paket lengkap: mulai dari rimbunnya hutan mangrove yang menenangkan, hamparan pasir putih yang tersembunyi, hingga keajaiban bawah laut yang masih terjaga keasliannya.
Bagi kamu yang sedang merencanakan petualangan dan pelarian dari hiru pikuk kota berikutnya, berikut adalah panduan mendalam mengenai daftar destinasi dan aktivitas wajib yang menjadikan Desa Bahoi sebagai surga kecil di tanah Minahasa Utara.
1. Hutan Mangrive Desa Bahoi
Begitu kaki kamu melangkah memasuki gerbang Desa Bahoi, pandanganmu nantinya bakal langsung disambut dengan kemegahan hutan mangrove Desa Bahoi yang berdiri kokoh, layaknya sebuah benteng hijau menghalau deburan ombak.
Hutan Mangove ini, bukan cuma sebuah hutan bakau biasa. Di Bahoi, hutan Mangrove merupakan sosok pelindung bagi masyarakat setempat yang melindungi mereka dari amukan alam seperti abrasi dan tsunami. Untuk masyarakat, selain menjadi sebuah destinasi wisata pentingm Hutan Mangrove merupakan sebuah mahakarya konservasi yang dijaga sepenuh hati oleh masyarakat lokal melalui mandat Peraturan Desa.
Menariknya, disini untuk menemani petualanganmu menyusuri rimbunnya pepohonan, terdapat sebuah jembatan beton aesthehic yang membelah keasrian hutan. Jembatan ikonik ini, menjadi jalan pintas menuju dunia yang tenang, membawa pengunjung tenggelam dalam simfoni alam yang meditatif.
Indozone, coba bayangin deh. Kamu berjalan santai sembari mendengarkan bisikan daun bakau yang beradu dengan angin laut, diringi kicauan burung pesisir yang saling bersahutan. Di sini, setiap tarikan napas terasa lebih berharga karena udara yang begitu kaya oksigen, memberikan efek relaksasi instan yang meluruhkan segala kepenatan.
Buat para pemburu visual, jembatan ini adalah panggung tanpa batas. Saat air laut pasang, permukaan air di sela-sela akar bakau akan berubah menjadi cermin raksasa yang siap buat menghiasi lini masa media sosialmu.
Ada satu fakta unik di tengah Hutan Mangrove ini. Di kala air sedang surut, hamparan pasir putih akan muncul dan memanjakan mata dengan perpaduan gradiasi warna hijau mangrove, dan putih pasir. Dijamin, kamu ngak bakal menyesal menyaksikan pesona Hutan Mangrove Desa Bahoi ini.
2. Snorkeling dan Diving di DPL
Jika permukaan Desa Bahoi belum cukup buat mencuri hatimu, maka bersiaplah untuk benar-benar terpesona saat kamu mengintip ke balik jernihnya air laut mereka.
Nah, Desa Bahoi adalah penjaga setia dari sebuah zona yang dinamakan sebagai Daerah Perlindungan Laut atau DPL. Apa itu DPL? DPL adalah sebuah zona sakral yang dijaga ketat dari aktivitas penangkapan ikan. Kebijakan ini bukan sekadar aturan di atas kertas, tapi jadi janji masyarakat untuk membiarkan alam bawah lautnya bernapas dan tumbuh dengan tenang tanpa gangguan tangan manusia.
Snorkeling dan Diving di Desa Bahoi dijamin bakalan bikin kamu terkagum-kagum. Hanya dengan berenang beberapa meter saja dari bibir pantai, di sini kamu akan langsung disambut oleh "apartemen" bawah laut yang luar biasa megah. Formasi terumbu karang di sini tumbuh dengan sangat sehat dan rapat; mulai dari soft corals yang melambai gemulai mengikuti arus hingga hard corals yang kokoh dan artistik.
Seolah kecantikan terumbu karang belum cukup, ribuan ikan karang mungil dengan warna-warna neon yang kontras bakal beri kamu pengalaman yang ngak terlupakan. Berkat visibilitas air yang jernih layaknya kaca, di perairan Desa Bahoi, kamu tidak perlu menjadi penyelam profesional untuk menikmati keindahan ini. Cukup dengan mengapung santai di permukaan, seluruh detail kehidupan laut yang sibuk akan terhampar jelas tepat di bawah matamu.
Nah, berbeda dengan titik-titik penyelaman populer lainnya yang mungkin sudah mulai terasa sesak dan bising oleh kerumunan wisatawan, berenang di DPL Bahoi memberikan sensasi memiliki "taman laut pribadi".
Kabar baiknya, kemewahan alam ini tidak menuntut biaya yang selangit. Warga lokal yang ramah telah mengelola penyewaan alat snorkeling dan jasa pemandu dengan sangat profesional. Kamu dapat menyewa set alat lengkap dan panduan ahli dengan harga yang sangat bersahabat, biasanya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp150.000. Harga ini tergantung pada durasi petualanganmu serta kelengkapan alat yang ingin kamu gunakan. Dengan biaya yang begitu ekonomis, kamu sudah bisa membawa pulang pengalaman batin yang tak ternilai harganya.
3. Pantai Pasir Putih Bahoi
Untuk kamu para pemuja aktivitas beach hopping, Desa Bahoi menyimpan bukan cuma satu, bukan cuma dua, tapi beberapa sudut pesisir rahasia dengan hamparan pasir putih yang teksturnya selembut bedak tabur!
Letaknya yang tersembunyi dengan cerdik di balik semenanjung kecil menjadikan pantai-pantai ini terasa seperti milik pribadi, karena belum tersentuh oleh pembangunan hotel-hotel besar yang masif. Jadi, garis pantainya masih memancarkan aura kemurnian yang liar namun tetap elegan, memberikanmu sensasi petualangan ala "Pulau Terpencil" yang jauh dari hiruk-pikuk peradaban modern.
Pantai-pantai berpasir putih inilah yang jadi tempat paling sempurna untuk menggelar tikar dan mengadakan piknik kecil di sore hari. Apalagi kala hari mulai beranjak senja, bersiaplah menyaksikan teater alam yang megah.
Kata orang Manado, langit Likupang yang perlahan bertransformasi menjadi kanvas raksasa dengan gradasi warna ungu keemasan memang tidak pernah gagal.
Tidak hanya alamnya yang memikat, kehangatan masyarakat lokal di Bahoi juga akan membuatmu merasa benar-benar pulang. Pengalaman ini pun semakin lengkap dengan sajian kuliner rumahan khas pesisir yang autentik. Bayangkan menikmati masakan segar yang bahan utamanya baru saja diangkat dari jaring nelayan hari itu juga-sebuah kemewahan rasa yang jujur, lezat, dan sulit ditemukan di meja-meja restoran kota besar. Di Bahoi, kamu tidak hanya sekadar datang sebagai turis, tetapi pulang membawa cerita baru sebagai bagian dari sebuah keluarga.
Ajak teman serta keluarga kamu dan segera rencanakan perjalanan kalian menuju Desa Bahoi, Indozone. Bisa jadi, desa wisata yang satu di Sulawesi Utara ini jadi rumah kedua kamu buat healing dan berpetualang! Jadi, tunggu apa lagi? Jangan lupa simpan dan bagikan artikel ini untuk agenda mengunjungi Desa Bahoi ya, Indozone! Semoga wisata kamu menyenangkan di Bahoi. Sampe Bakudapa Ulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan