Kamis, 04 JUNI 2026 • 20:10 WIB

Saguer, Minuman Khas Sulawesi Utara

Author

Potret Gula Aren yang berasal dari pohon sama seperti Saguer (Gio Shravan (Unsplash))

Sulawesi Utara - Sulawesi Utara punya banyak keunikan. Mulai dari tradisi, budaya, sampai yang paling penting adalah kuliner. Kurang rasanya kalau kita berbicara soal Sulawesi Utara tanpa menyinggung masakan serta minuman di tempat ini, benar? Kalau begitu, Indozone disini kira-kira ada yang tau dengan nama Saguer?

Minuman yang memiliki sejarah panjang, dan wujud asli warisan turun-temurun dari sebuah generasi ini merupakan minuman khas asal Sulawesi Utara yang hingga kini terus dilestarikan oleh masyarakat sekitar, terkhusus Minahasa. Mau tau lebih banyak soal Saguer? Simak perjalanan Indozone dalam merangkum fakta unik mengenai Saguer.

Apa sih itu Saguer?

Saguer merupakan minuman tradisional yang berasal dari nira Pohon Aren, atau Pohon Seho orang-orang lokal menyebutnya. Di Sulawesi Utara, Pohon Seho umbuh dengan sangat subur di lereng-lereng perbukitan berhawa sejuk di wilayah Tomohon, Minahasa, hingga Minahasa Selatan, berkat nutrisi tinggi dari tanah vulkanik.

Saguer dikumpulkan dari Nira, yang menjadi cairan manis yang diperoleh dari tandan bunga pohon aren melalui proses penyadapan atau ditampung.

Setelah ditampung, cairan nira lantas akan didiamkan sehingga berfmentasi menjadi sebuah minuman menyengarkan dengan kadar alkohol 5% atau rendah.

Dalam bentuk yang masih segar, saguer memiliki cita rasa manis alami dengan aroma khas aren. Warnanya cenderung bening hingga sedikit keruh, tergantung pada kondisi penyadapan dan penyimpanannya. Masyarakat Sulawesi Utara telah lama memanfaatkan nira aren sebagai minuman pelepas dahaga, terutama bagi para petani dan pekerja yang beraktivitas di kebun.

Biasanya, Saguer dapat dikonsumsi dalam dua kondisi, dimana Saguer dapat diminum kala dalam kondisi segar dengan tingkatan alkohol yang rendah, atau diolah lebih lanjut dalam kurun waktu yang lebih lama untuk meningkatkan kadar alkohol menjadi lebih tinggi.

Proses Pembuatan Saguer


Untuk menyajikan segelas Saguer di atas meja makan modern menuntut sebuah proses yang sangat melandai, sabar, dan penuh dengan keahlian khusus yang presisi, dikarenakan proses memanen Saguer tidak bisa dilakukan secara sembarangan atau tergesa-gesa.

1. Pra-panen Saguer

Sebelum dipanen, tandan bunga jantan dari Pohon Seho harus dipotong dan, sebelum hal tersebut dilakukan maka seorang Tukang Saguer harus melakukan ritual "pemijatan" atau pemukulan halus pada tangkai bunga selama berminggu-minggu menggunakan pemukul kayu khusus, untuk melonggarkan pori-pori internal pohon agar air nira dapat mengalir dengan lancar tanpa merusak kesehatan jangka panjang Pohon Seho itu sendiri.

2. Panen Saguer

Waktu terbaik untuk memanen Saguer konon katanya adalah ketika sore hari, yakni sebelum matahari terbenam. Dikarenakan ketinggian Pohon Seho yang dapat mencapai tinggi 15 meter, para petani Saguer harus memajat Pohon Seho untuk mengambil bambu yang sebelumnya mereka telah taruh sebagai penampung air nira.

Penampung yang telah terisi air nira dari hari-hari sebelumnya, lantas akan dipindahkan ke wadah baru, sementara penampungnya akan dikembalikan untuk menanti air nira di hari esok.

Saguer di Atas Meja Mano'Bas


Dalam budaya orang Minahasa, Saguer merupakan sebuah bagian penting dan sakral dalam sebuah tradisi bernama Mano'bas. Saguer, adalah simbol dari transparansi hati, kejujuran bersikap, dan perekat persaudaraan yang paling ampuh di tengah kehidupan bermasyarakat. Oleh alasan tersebut, maka dalam berbagai momentum sosial yang berbau perayaan, Saguer hadir di atas meja masyarakat lokal untuk dibagikan dan dinikmati bersama-sama.

Dalam tradisi ini, biasanya Saguer akan ditaruh dalam sebuah tempurung kelapa atau gelas bambu sebelum akhirnya digilir berkeliling dari satu orang ke satu orang lainnya.

Umumnya, Saguer merupakan dessert atau minuman penutup dalam Mano'bas dan selingan kala santap kasih bersama. 

Memasuki tahun 2026, eksistensi Saguer mulai menjelma dalam kemasan botol kaca yang dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa perlu menunggu tradisi Mano'bas lagi. Kini, perlahan-lahan Saguer mulai menarik perhatian banyak kalangan, sehingga di era perubahan modern ini, mulai timbul pelaku UMKM serta komunitas kreatif lokal yang beramai-ramai mengelolah Saguer serta Gula Aren menjadi produk bernilai tinggi dan tersebar di berbagai arah.

Salah satunya ada di lokasi wisata terkenal yang terletak di Kota Tomohon, bernama Tuur Maasering. Lokasi wisata yang satu ini mengusung konsep open space dengan letaknya yang berada di pertengahan hutan Pohon Seho. 

Untuk para wisatawan di tempat ini, selain dapat menyaksikan pembuatan gula aren secara langsung, juga dapat mencicipi segarnya Saguer yang diolah di tempat ini langsung dari pepohonannya.

Bagaimana Indozone? Tertarik dengan rasa Saguer? Bagikan artikel ini ke teman, keluarga kamu dan segera susun rencana buat main-main ke Sulawesi Utara. Cicipi secara langsung segarnya Saguer, dan Sampe Bakudapa Ulang!

 

 

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU