Bensin oplosan campuran air yang dibeli oleh korban (Jilly Tumampas)
Sulawesi Utara – Bertahan hidup dari hasil penjualan bensin enceran, kisah viral yang menimpa seorang kakek di Provinsi Sulawesi Utara buat hati orang teriris. Telah mengabadikan hidupnya menjadi seorang pedagang bensin selama sepuluh tahun, kerja keras serta kejujuran kakek tersebut malah dikhianati dan ditipu oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
Video yang diupload di Jilly Tumampas lewat media sosial Facebook itu menyorot penipuan yang salah satu anggota keluarganya alami. Dalam postingan itu, Jilly menjelaskan kronologi penipuan yang dialami seorang pria baruh baya yang telah membayar lima ratus ribu kepada seorang oknum pemasok. Pemasok tersebut, memang bukan orang yang dikenali oleh korban, menawarkan dua galon bensin dengan berat lima puluh liter; masing-masing dua puluh lima liter, dan korban pun mengiyakan kesepakatan tersebut.
Naas, saat tengah memindahkan bensin dari galon tersebut ke dalam botol-botol untuk ditawarkan kepada para pengguna jalan, korban merasa ada yang tidak beres saat warna dari bensin yang baru saja Ia beli itu tidak memiliki warna khas bensin yang hijau lagi dan malah memudar seperti air.
Tentunya, bensin tersebut tidak layak lagi djual kepada konsumen. Berdasarkan keterangan, masih ada empat puluh liter bensin yang secara terpaksa harus dibuang dikarenakan oplosan air. Padahal, keuntungan dari korban tidak seberapa, tidak hanya merugi, kini ia perlu mengumpulkan uang lagi demi modal dagangannya lagi.
Kisah yang miris ini menyebar dengan cepat di media sosial dan mendapat simpati dari masyarakat. Tidak hanya mengecam tindakan licik yang dilakukan oleh sang penipu, masyarakat secara beramai-ramai melakukan donasi untuk mengembalikan modal sang kakek lewat media sosial, menjadikan kejadian ini sebagai cerminan realitas sosial yang memiliki sisi yang buruk, dan yang baik hati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook/Jilly Tumampas