Sulawesi Utara – Kehadiran dari transportasi umum merupakan hal penting dalam sebuah sistem perkotaan. Transportasi umum, menjadi pendukung dari berbagai kegiatan serta aktivitas masyarakat, dan yang paling penting – mengurangi kemacetan. Kota Manado, telah menyandang namanya sebagai Kota Kawanua sejak lama dan mengalami berbagai perubahan serta transportasi transportasi umum, namun. Ada kabar mengejutkan, baru-baru ini Kementerian Perhubungan RI bersama Pemkot Manado, akhirnya meluncurkan layanan angkuatan massal pada hari rabu (19/11) yang berlangsung di Mall Pelayanan Publik Kota Manado.
Acara ini digelar, sebagai langkah awal uji coba dari kehadiran transportasi publik ini. Trans Manado, selanjutnya sebagai sebutannya, dijalankan dengan skema Buy The Service. Masyarakat akhirnya dapat menikmati transportasi umum yang biasa ditemui di kota-kota besar ini, lengkap dengan tampilan modern, dan fasilitas seperti AC, pembayaran digital, kursi egroonomis dan real time tracking.
Untuk tahap pencobaan ini, Trans Manado tidak akan memunggut biaya, dan akan beroperasi dengan dua koridor, dengan rute:
KORIDOR 1: Terminal Malalayang – Terminal Kalimas
Rute: Simpang Manibang, Poltekkes, St. Theresia, GMIM Sion, Immanuel Bahu, Star Square, Patung Wolter, Monginsidi, Taman Berkat, Mantos, MTC, Megamall hingga Patong Worang dan berakhir di Terminal Kalimas.
Dan
KORIDOR 2: Terminal Kalimas – Bandara Sam Ratulangi
Rute: kawasan D.I. Panjaitan, Kantor Wali Kota, Dishub Provinsi, PDAM, Lippo, Kayuwatu, Transmart, Freshmart Paniki hingga Bandara Internasional Sam Ratulangi.
Di bawah instruksi dan kepemimpinan Presiden Prabowo, dengan ini Kota Manado akan menjadi salah satu dari dua kota prioritas untuk mengembangkan transportasi publik bus ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Manado