Ilustrasi dari seseorang yang merasa tidak nyaman dengan kondisi perutnya (Freepik)
Sulawesi Utara – Makanan bergizi gratis yang jadi progam penting nasional telah lama mendapatkan sorotan oleh berbagai pihak mulai dari rakyat Indonesia, sampai keluar negara. Progam yang diinisiasi mengincar anak-anak yang berkekurangan gizi yang ada di sekolahan tentunya merupakan hal yang baik.
Namun, menjadi progam penting dengan target seluruh sekolah yang ada di negeri tentunya tidak mudah. Baru-baru ini, pada hari Kamis, (24/09) sejumlah siswa SMK Negeri 1 Manado terbaring di unit keseharan sekolah sambil mengeluh mengalami rasa sakit di perut usai memngonsumsi makanan MBG yang diduga keras tidak layak di konsumsi lagi. Beruntung, kondisi para murid dapat ditangani oleh pihak sekolah sehingga tidak ada siswa yang harus dirujuk menuju rumah sakit.
Mencurigai makananan yang terakhir kali di konsumsi para murid, pihak sekolah SMK Negeri 1 Manado langsung mengecek tempat makanan yang dibagikan kepada para murid yang diduga kuat menjadi sumber dari rasa sakit para murid tersebut.
Nyatanya, beberapa paket makanan yang ditemukan ternyata sudah berbau dan menjadi tidak layak untuk dikonsums sehingga pihak sekolah SMK Negeri 1 Manado segera melakukan penarikan paket makanan MBG setelah berkoordinasi dengan pihak SPPG dan BGN. Untuk mencegah kejadian yang lebih buruk, pengawasan terhadap para murid serta keamanan makanan yang dikonsumsi akan menjadi prioritas pihak sekolah, demi kenyamanan bersama.
Akibat dari maraknya kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah ini, masyarakat mendesak agar pemerintah untuk mengawal distribusi makanan bergizi gratis sampai pada tangan para murid dan mendesak pelibatan ahli gizi agar menjamin kualitas makanan yang akan di konsumsi anak-anak mereka nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sulut Viral